BORING TEST atau UJI BORING

Boring Test atau Uji Boring (Standard Penetration Test) adalah metode pengujian tanah dalam konstruksi untuk mengetahui kondisi setiap lapisan tanah secara detail, mulai dari permukaan hingga tanah keras, dengan cara mengebor dan mengambil sampel tanah asli atau terganggu untuk dianalisis sifat fisik dan mekaniknya di laboratorium, serta untuk menentukan jenis pondasi yang tepat dan aman bagi bangunan.  

Tujuan Utama Boring Test

  • Mengidentifikasi Lapisan Tanah: Mengetahui profil lapisan tanah (jenis, kedalaman, karakteristik). 

  • Pengambilan Sampel: Mengambil sampel tanah asli (undisturbed) dan terganggu (disturbed) untuk uji laboratorium (kadar air, berat jenis, dll.). 

  • Menentukan Daya Dukung Tanah: Mengetahui daya dukung tanah untuk desain pondasi yang aman. 

  • Mengetahui Muka Air Tanah: Mengukur elevasi muka air tanah pada kedalaman tertentu. 

Proses Umum Boring Test

  • Pengeboran: Menggunakan mesin bor (seperti rotary drilling) untuk membuat lubang di tanah. 

  • Pengambilan Sampel: Sampel diambil dari kedalaman tertentu menggunakan tabung SPT (Standard Penetration Test). 

  • Uji SPT: Menghitung jumlah pukulan palu untuk menembus tanah 30 cm (setelah 15 cm awal), yang disebut nilai SPT. 

  • Analisis Laboratorium: Sampel tanah diuji di lab untuk mengetahui sifat-sifatnya (berat isi, kadar air, dll.). 

Pentingnya Boring Test

  • Memberikan data geoteknik yang paling akurat untuk perencanaan struktur. 

  • Mencegah kegagalan struktur dan kerugian finansial di kemudian hari. 

  • Memilih jenis pondasi (dangkal atau dalam) yang paling sesuai dengan kondisi tanah. 

Perbedaan Boring Tanah dengan Boring Biasa

  • Boring Test: Bertujuan untuk analisis tanah dan perencanaan pondasi, hasilnya data geoteknik.

  • Pengeboran Biasa: Bertujuan untuk membuat lubang untuk keperluan lain (pipa, kabel), hasilnya hanya lubang.